• cerpen

    WARNA KELABU HIDUP NADIA

    Tangan Ayah menjelajahiseluruh tubuhku.Membuka satu persatu pakaian yang aku kenakan. Aku mulai memberontak.Namun, Ayah tetap menahanku dan melakukan perbuatannya. “Jangan, Ayah!  Sakit! Jangan lakukan itu padaku!” jeritku. Ayah tak memperdulikan apa yang aku katakan. Dia tetap mengikuti hawa nafsunya, seolah lupa tentang hubungan ayah dan anak kandung antara kami. Mungkin disebabkan oleh pengaruh alkohol yang diminumnya semalam. Tapi apayang terjadi tubuhku telah dirusak olehnya, hal yang sangat berharga dariku telah direbutnya. *** Suara pukulan-pukulan tangan ke tubuh pun sudah hal yang terjadi sehari-hari di rumah ini. Rumah ini bersuasana gelap  seperti berada di neraka. Tapi aku tak pernah membenci rumah ini , pun membenci Ayah. Dan aku tak pernah menyalahkan…

  • cerpen,  coratcoret

    Tumpahan Kopi Kintamani

    sumber : miner8.com “Maaf mas , aku tak sengaja menumpahkan kopi nya” suara lembut dari seorang gadis yang terdengar sangat khawatir. Aku tak memperdulikan tentang suara gadis yang dari tadi meminta maaf itu, fokus ku hanya terletak pada tumpukan lembaran kertas putih yang kini berwarna coklat. Kebiasaan  mengopi sebelum kerja di Pontianak tetap ku bawa sampai aku pindah ke Bali, namun kebiasaan itu pada pagi ini membawa petaka bagiku. Cerita yang telah kutulis untuk novel ku yan ketiga dan kususun semalam sampai tidak tidur kini telah basah dan rusak. “ Kamu gimana sih, lihat kerjaanku jadi hancur semua” kata ku memarahi orang yang telah menumpahkan kopi tadi. “ Ma.. maaf…