Informasi,  kesehatan

Vaksinasi tak Hanya untuk Anak, Kenali Vaksin untuk Dewasa

Vaksinasi tak Hanya untuk Anak, Kenali Vaksin untuk Dewasa– Saat ini banyak langkah yang dilakukan guna mencegah penyakit, terlebih itu merupakan penyakit infeksi. Salah satu cara untuk mencegahnya yakni dengan melakukan vaksinasi atau imunisasi. Oh ya udah pada tahu belum? vaksinasi tak hanya dilakukan pada anak kecil tetapi juga pada orang dewasa, hanya saja vaksin pada dewasa belum sepopuler dan dianggap penting seperti pada anak.  Seperti contohnya imunisasi campak untuk orang dewasa yang masih sedikit diketahui banyak orang dibandingkan dengan imunisasi campak untuk bayi usia 9 bulan.

Konsep pencegahan penyakit melalui penyuntikan vaksinasi sendiri sudah berkembang lama sejak 1000 SM bermula di Cina dan India. Suntik vaksin adalah suatu upaya memasukan produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup namun dilemahkan atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah sehingga menjadi protein rekombinan yang menghasilkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Imunisasi dianjurkan untuk usia diatas 12 tahun dan ingin mendapat kekebalan tubuh. Seperti pada usia lanjut yang disebabkan karna terjadi penurunan sistem imun nonspesifik, seperti penurunan produksi airmata, mekanisme batuk tidak efektif, gangguan pengaturan suhu dll.

Adapun indikasi dalam pemberian vaksinasi :

1. Terdapat riwayat pajanan,

2. Resiko penularan,

3. Usia lanjut,

4. Resiko pekerjaan,

5. Seseorang dengan imunokompromais,

6. Adanya rencana berpergian atau ibadah keluar negri A

Adapun macam-macam vaksin yang diberikan untuk dewasa antara lain:

Vaksin Tetanus dan difteri,pertusis aselular (DPT)

DPT yang merupakan salah satu vaksin wajib yang diterima saat bayi juga diterima oleh dewasa. Vaksin ini merupakan vaksin dengan kombinasi untuk 3 penyakit yaknik tetanus, difteri dan pertusis (batuk rejan). Penyakit tetanus dikenal sebagai gangguan neurologis yang akun ditandai adanya spasme dan peningkatan tonus otot yang disebabkan tetanospasmin. Sedangkan penyakit akut yang menular dan disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheria. Pemberian vaksin ini diberikan pada orang dewasa dengan riwayat tidak mendapatkan vaksinasi primer sejumlah tiga dosis. Dimana dua dosis pertama diberikan dengan jarak 4 minggu, dosis ketika diberikan 6-12 bulan setelah dosis kedua. Setelah vaksinasi primer yang diterima saat kecil atau saat dewasa maka dosis penguat diberikan setiap 10 tahun sekali.

Vaksin Measles, Mumps, Rubella ( MMR)

Sama dengan DPT vaksin MR dewasa ini juga diberikan pada saat kecil, hanya saja saat bayi vaksin yang diberikan adalah MR tanpa perlindungan kekebalan dari penyakit mumps. Penyakit Measles dikenal sebagai campak yang disebakan oleh virus RNA genus morbilivirus family paramyxovirus. Selanjutnya penyakit mumps lebih dikenal sebagai gondongan atau parotitis epidemika yang merupakan penyakitakibat virus genus paramyxovirus yang ditandai dengan pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis, demam, nyeri sendi, sakit kepala, kelelahan dan kehilangan nafsu makan . Sedangkan untuk penyakit rubella dapat menyebabkan  cacat lahir seumur hidup.

Pemberian vaksin MMR dianjurkan untuk kelompok orang dewasa seperti pada orang yang berkunjung ke daerah yang sedang atau pernah mengalami wabah campak, gondong atau rubella, petugas kesehatan dan pada wanita yang berencana hamil atau vaksinasi sebelum hamil. Pada seseorang yang belum pernah atau hanya 1 kali mendapatkan vaksin MMR maka dianjurkan untuk melakukan 2 suntikan vaksin MMR dengan jeda waktu 1 bulan.

Vaksin Influenza

Influenza mungkin menjadi penyakit yang sudang tidak asing didengar oleh kita. Influenza merupakan penyakit infeksi saluran nafas atas yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini juga menyebakan kejadian luar biasa seperti flu burung/ H5N1 dan Flu Babi/H1N1. Adapun pemberian vaksin ini diindikasikan untuk seseorang yang berusia diatas 50 tahun, orang yang berusia 6 bulan-50 tahun yang dirawat lama di fasilitas kesehatan, orang yang bekerja atau tinggal dengan orang yang berisiko selama lebih dari 6 bulan, wanita hamil yang memiliki masalah kesehatan, petugas kesehatan atau seseorang yang ingin memperkecil kemungkinan terkena influenza. Pemberian vaksin ini diberikan sebanyak 1 dosis pertahun.

Vaksin Pneumokokus

Vaksin Pneumokokus atau PCV merupakan vaksin yang berupa konjugasi protein dan menyebabkan kekebalan sehingga mencegah penyakit akibat infeksi stretococcus pneumoniae atau pneumokokus. Vaksin ini ditujukan untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terserang kuman pneumokokus seperti orang-orang yang berusia 65 tahun keatas dan seseorang yang mempunyai penyakit kronik atau faktor resiko lain.

Vaksin Hepatitis

Vaksin hepatitis terdiri dari dua jenis yaitu vaksin yang mencegah virus hepatitis A sedangkan vaksin hepatitis B diberikan. Pencegahan vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk imunisasi pasif dan aktif. Hepatitis tipe A dapat dicegah dengan melakukan atau mendapatkan vaksinasi anti hepatitis A dan vaksinasi ini sebaiknya diperoleh untuk seseorang yang sering berpergian keluar negeri dan seseorang yang memiliki riwayat penyakit liver kronis. Sedangkan untuk menghindari hepatitis tipe B dapat dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis B dan vaksin ini sebaiknya diberikan pada orang dewasa dengan resiko tinggi, anggota keluarga yang kontak dengan individu HbsAg positif dan kontak seksual, pasien hemodialisa, penerima produk darah tertentu, petugas kesehatan.

Vaksin Meningkokukus

Vaksin ini diperuntukan untuk mencegah penyakit meningitis. Adapun indikasi pemberian vaksin ini diperuntukan untuk calon jemaah haji, seseorang dengan gangguan sistem imun, pasien anatomic dan fungsional, seseorang yang akan berpergian kedaerah yang rawan penyakit meninghitis, pelajar yang tinggal diasrama dan seseorang yang memiliki pekerjaan yang berisiko terekspos penyakit meninghitis. Vaksin ini dapat diberikan atau diulang dengan jarak 3 tahun bila memiliki tinggi infeksi meningokok.

Vaksin Varisela

Virus varicella bisa menyebar melaui batuk dan bersin setya melalui kontak langsung dengan cairan vesikel sehingga untuk mencegahnya dengan pemberian vaksin varisela. Adapun pemberian vaksin ini diberikan kepada seseorang yang berisiko terpajan penyakit ini, petugas kesehatan dan anggota keluarga yang kontak dengan indibidu imunokompromais. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan jarak 4-8 minggu diantara keduanya.

Vaksin Yellow Fever

Yellow Fever sendiri merupakan penyakit infeksi virus akut dengan masa inkubasi yang singkat dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan haemogigus sp atau sabethes sp. Pemberian vaksin yellow fever ini diperuntukan untuk wisatawan yang akan berpergian ke Afrika dan Amerika Selatan dan orang-orang yang berisiko tinggi bertemu penyakit ini. Pemberian vaksin ini dengan dosis tunggal dan ulangan dapat diberikan setiap interval 10 tahun, pasien yang telah mendapat vaksin akan memiliki kekebalan 30-35 tahun.

Vaksin Rabies

Pemberian vaksin rabies diberikan pada orang-orang yang berisiko tinggi bertemu penyakit ini seperti petugas yang bekerja dengan hewan, peneliti gua, wisatawan yang berpergian ke daerah endemis, seseorang yang tercakar, tergigit atau terpapar mukosa binatang tersangka rabies. Rabies sendiri merupakan penyakit menular akut yang dapat menyerang susunan saraf tepi dan pusat akibat masuknya virus rabies kedalam tubuh melalui gigitan hewan penular rabies. Pada udara terbuka virus dapat mati jika dicuci dengan zat pelarut lemak.

Bagaimana apakah kamu ada keiinginan untuk melakukan vaksin dalam waktu dekat? Vaksin sendiri bisa kamu dapatkan di rumah sakit, di puskesmas, atau di klinik tertentu yang menyediakan vaksinasi untuk dewasa. Mau cari tempatnya , tapi mager untuk keluar terlebih saat pandemi seperti ini?. Tenang jangan khawatir, saat ini urusan kesehatan semakin mudah dengan kemajuan teknologi digital yang semakin canggih. Kamu bisa cari tahu apapun lewat gawai (gadget) yang selalu kita gunakan setiap hari. Salah satu aplikasi yang sangat direkomendasikan adalah Halodoc. Aplikasi ini sangat membantu mengatasi masalah kesehatan orang orang yang memiliki kesibukan serta mobilitas tinggi di kota-kota besar seperti jakarta, bandung surabaya dan kota-kota besar lainnya. Sehingga menuntut serba praktis dan cepat termasuk dalam urusan kesehatan.

Nah untuk mencari vaksin seperti kota besar, dare kasi contoh misalnya ibukota DKI jakarta kamu cuman perlu mencari dengan kata Vaksin Jakarta. Nah selanjutnya akan muncul deh beberapa klinik yang menyediakan pelayanan terkait pemberian Vaksin di kota Jakarta.

Selain itu beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan diaplikasi halodoc antara lain  adalah konsultasi dokter online, beli obat, layanan lab dan layanan periksa rumah sakit, informasi kesehatan dan fitur lainnya seperti pengingat meminum obat dan lainnya.

Nah sekian postingan dare tentang Vaksinasi tak Hanya untuk Anak, Kenali Vaksin untuk Dewasa. Untuk mencegah penyakit dan menambah kekebalan tubuh kamu bisa melakukan vaksinasi ya. Jangan lupa prilaku hidup bersih dan sehat, pakai masker, semoga kita selalu diberikan kesehatan. Sampai jumpa di postingan selanjutnya :).

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *