March 9, 2021

Daya Maya Bersinergi Memajukan Ekonomi Digital Daerah 3T

Daya Maya Bersinergi Memajukan Ekonomi Digital Daerah 3T-Daerah terdepan dan terluar berperan sebagai teras wajah negeri ini. Sebuah kalimat yang dulu tidak asing dare dengar. Daerah 3T (terdepan,terluar dan tertinggal) memang menjadi wilayah-wilayah yang harusnya mendapat perhatian khusus. Masih banyak potensi yang dapat dibangun guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu potensi yang di tingkatkan dalam program daya maya adalah potensi ekonomi digital didaerah 3T.

Apa sih program dayamaya?

Jadi program dayamaya ini merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan melalui  Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.  Jadi program daya maya ini merangkul para pelaku Startup eCommerce, Komunitas, Kelompok masyarakat dan UMKM digital bersinergi untuk bisa mengembangkan potensi dan membuat solusi yang tepat yang bisa digunakan masyarakat di daerah 3T.

Menurut Danny Januar Ismawan selaku Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah  berpendapat, melalui peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat, diharapkan mempercepat kemajuan di daerah 3T kami harapkan dapat mempercepat kemajuan di daerah 3T.  Terdapat 3 dari 18 inisiatif yang telah berkesempatan memberikan kontribusi kepada masyarakat yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin

Sebagai salah satu perusahaan teknologi yang bergerak dibidang pariwisata yang menyediakan jasa dan pelayanan baik online maupun offline untuk pariwisata Indonesia. Dimana pada tahun 2019 berkesempatan untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program dayamaya.

Selaku tim operasional Atourin, Reza permadi mengungkapkan pada tahun 2019 terdapat 10 pemandu wisata di Natuna yang sudah mempunyai lisensi, dapat lebih berani melakukan self branding dan mulai memanfaatkan media sosialnya untuk promosi. Dengan ini diharapkan selanjutnya akan ada lebih banyak pemandu wisata yang berlisensi.

Salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi adalah pariwisata. Pada masa pandemi salah satu program yang atourin lakukan adalah pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia.  Dikesempatan pelatihan ini para peserta diajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Tur virtual ini juga merupakan platform baru, yang dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu panjang, tidak hanya di masa pandemi saja. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Cakap

Sejalan dengan Atourin, cakap selaku platform online yang berbasi pembelajaran bahasa asing, dimana hal ini mendukung pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan kemampuan masyaraka dari sisi pengunaan bahasa asing terutama bahasa inggris. Kontribusi Cakap dalam program dayamaya pada tahun 2019 adalah terselenggaranya digital assesment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba

Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).  Dimana program ini melibatkan pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Menurut Tommy Yunus selaku CEO Cakap, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting dalam usaha mengembangkan daerah wisata, karena menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan. Pada masa pendemi Cakap menggelar program pelatihan secara daring bagi penggiat dan pelaku pariwisata yang tentu saja difasilitasi oleh BAKTI, Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah. Cakap selaku mitra platform pembelajaran memberikan kesempatan kepada masyarakat pelaku industri pariwisata untuk belajar bahasa Inggris secara gratis. Untuk menjadi peserta dapat mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Dimana sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang mendaftar yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung. Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan sebagai daerah terbanyak yang mendaftar menjadi peserta.

Dengan mengikuti pelatihan, peserta nantinya akan mendapatkan akses kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir program.

Jahitan

Tak jarang mengunjungi suatu daerah kita butuh membawa pulang oleh-oleh. Nah dari sini peran Jahitan Academy terlihat.  Jahitan Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan kemampuan para penjahit di Provinsi NTT, khusunya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.  Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual, seperti untuk membuat cushion pillow. Tidak hanya itu, Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung berhubungan dengan Dinas Perdagangan.

Pada masa pandemi Jahitan mengadakan pelatihan kepada para penjahit, dimana mereka diajak untuk membuat masker dengan standar kesehatan yang difasilitasi oleh BAKTI dan Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal. Dimana hasilnya, para penjahit di Sumba berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, dalam membangun daerah 3T pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu, peran dari para startup dan komunitas sangat diperlukan untuk bersama-sama bersinergi mempercepat pembangunan di daerah 3T. Hal ini dijelaskan oleh Ari Soegeng Wahyuniarti, selaku Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat. Dimana dengan merangkul stakeholder strategis, kami yakin kita akan memiliki daya atau berdaya untuk bersama-sama membawa perubahan di daerah 3T. Utamanya perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital. Hal ini selaras dengan campaign yang kami angkat, yaitu Berdaya Bersama.

Gotong royong sudah menjadi salah satu kebiasaan yang ada di Indonesia, begitupun dengan memajukan daerah 3T. Perlu banyak pihak yang mendukung guna kemajuan suatu daerah baik itu dari pemerintah melalui program khususnya, dari komunitas atau masyarakat dan juga saat ini dari perkembangan digital yakni startup yang ada. Baik sekian postingan dare kali ini tentang Daya Maya Bersinergi Memajukan Ekonomi Digital Daerah 3T. Sampai jumpa di postingan selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *