Uncategorized

Mengunjungi Kapal Bandong, Kapal Khas Kalimantan Barat


Indonesia memang memiliki kekayaan adat dan budayanya. Hal itu juga tampak di kota bumi khatulistiwa Pontianak. Kota yang memiliki sungai terpanjang di Indonesia ini juga memiliki banyak ragam budayanya mulai dari tempat-tempat bersejarah di kota ini, kekayaan budaya dari tepi sungai yang selalu membuat orang tertarik untuk berkunjung ke kota ini dan masih banyak lagi. Bicara tentang sungai kali ini saya bersama teman-teman blogger pontianak dan penulis ROIS diajak oleh BAPPEDA untuk jalan-jalan di pesisir sungai pontianak atau waterfront city. Dalam tulisan kali ini saya mau memperkenalkan sebuah kapal yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Barat.
Kapal ini di kenal dengan sebutan Kapal Bandong. Meskipun bernama bandong kapal ini tidak terdapat di ibu kota jawa barat kota bandung, karena kapal yang berbentuk rumah diatas air ini merupakan salah satu jenis tranportasi air yang masih banyak di gunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Kapal yang terbuat dari kayu dengan panjang rata-rata sekitar 20 meter dan lebar 12 meter ini memiliki 3 bagian yaitu bagian depan di gunakan untuk ruang kemudi kapal, bagian tengah di gunakan untuk kamar, tempat peristirahatan ataupun tempat menyimpan barang, dan bagian belakang yang di gunakan untuk dapur dan toilet. Kapal ini didukung dengan tenaga dari mesin diesel yang letaknya ada di bawah dari ketiga ruangan ini, selain sebagai tempat mesin penggerak kapal bagian bawah juga bisa di simpan barang-barang.

 

PAPAN yang di beri nomor

Hal yang paling unik dari kapal ini menurut saya adalah lantai yang bisa di bongkar pasang dan di beri nomor yang berguna agar tidak tertukar saat di bongkar dan memudahkan orang-orang menitipkan barang merekauntuk tahu meletakan barang muatan yang harus di bawa oleh kapal ini.
Saat menaiki kapal bandong yang bernama KM. Rezeki Jaya ini ada sosok orang yang sedang asik dengan aktivitasnya tanpa memperdulikan keramaian yang kami buat di kapal. Sayang sekali saya lupa dengan nama nenek yang mengaku pemilik kapal Bandong ini dan rekaman saat berbincang dengannya hilang dari handphone saya. Nenek ini mengatakan ” Nenek biasanya seminggu ikut berlayar dalam kapal, seminggu beristirahat di rumah nenek tepatnya di kecamatan jongkong”.

Kapal Bandong ini akan sangat mudah di temui di dermaga kapuas indah Pontianak, biasanya waktu perjalanan dari pontianak menuju jongkong, Kapuas hulu adalah 1 minggu perjalanan menyusuri sungai Kapuas, namun tidak pasti karna harus selalu singgah di beberapa tempat untuk menurunkan barang angkutannya.
Pada saat dulu transportasi jenis ini sangat di minati karena akses jalan yang kurang memadai, sehingga yang dahulu merupakan kapal penumpang dan barang sekarang menjadi kapal barang saja. Hal ini karena masyarakat di daerah pedalaman dan pesisir sungai kapuas lebih senang jika mengangkut barang bawaan dengan kapal ini karna lebih dekat dengan sungai.

Bagikan :

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *